Sistem Ekskresi pada Manusia

Saturday, August 29th, 2015 - Biologi

Sistem Ekskresi pada Manusia – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Sistem Ekskresi pada Manusia yang merupakan materi Biologi SMA Kelas 11. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pernapasan.

Proses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  • Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa makanan yang disebut feses dan dikeluarkan melalui anus.
  • Ekskresi: pengeluaran bahan-bahan yang tidak berguna yang berasal dari sisa metabolisme atau bahan yang berlebihan dari sel atau suatu organisme (Sumanto, 1996 : 102).
  • Sekresi: proses pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar. Getah yang dikeluarkan masih berguna untuk proses faal di dalam tubuh. Getah ini biasanya mengandung enzim.

Organ-Organ Ekskresi pada Manusia

Tempat pembuangan zat-zat yang tidak berguna dalam tubuh disebut dengan organ-organ ekskresi. Organ-organ ekskresi meliputi:

a. Ginjal

Fungsi ginjal:

1) Mengekskresikan zat-zat buangan (waste product) seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan lain-lain.

2) Menjaga keseimbangan air dengan cara:

  • Air dibuang bila pemasukan banyak.
  • Mengurangi pengeluaran bila pemasukan sedikit.

3) Menjaga tekanan osmosis dengan cara:

  • Mengatur ekskresi garam-garam mineral yang berlebihan.
  • Membatasi ekskresi garam bila pemasukan sedikit.

4) Menjaga pH darah dan cairan tubuh yang lainnya.

 Struktur ginjal

Struktur ginjal

Setiap ginjal terdiri atas bagian luar adalah korteks renalis dan bagian dalam adalah medula renalis. Pada bagian korteks dan medula terdapat ribuan nefron. Nefron ini adalah unit operasional ginjal. Komponen yang tampak berupa tubula yang disebut tubula neprik (nephric tubule), bagian ujung tubula ini meluas disebut kapsula neprik (nephric capsule)yang terdiri atas 2 lapisan. Pada akhir tubula neprik berhubungan dengan duktus koleduktus (collectingduct),yang mana duktus koleduktus ini menampung keluaran dari beberapa tubula nefrik. Kumpulan beberapa ductus koleductus ini bersatu membentuk ureter. Saluran ini membawa urine menuju kantong urinaria. Ujung akhir saluran ini adalah uretra. Sebuah nefron banyak dikelilingi oleh pembuluh darah. Pembuluh darah arteri masuk ke dalam kapsula neprik membentuk suatu anyaman yang disebut glomerulus. Ada 2 macam proses yang terjadi di dalam ginjal, yaitu:

1) Proses filtrasi

Pada proses ini semua zat-zat yang terdapat di dalam darah yang mampu menembus dinding kapiler juga mampu menembus glomerulus dan kapsula Bowman. Pada filtrasi kekuatan sangat penting. Dengan tekanan yang kuat ini setiap komponen darah bisa melewati glomerulus dan dinding kapsula sehingga sampai pada rongga lapis atas tubula neprik. Dua komponen darah yang tidak bisa melewati filter ini, yaitu sel darah dan plasma protein. Jadi komponen-komponen atau filtrat yang demikian disebut dengan urine kapsular (urine primer). Urine primer ini selanjutnya menuju ke bagian tubulus nefron (tubulus neprik) dan proses reabsorpsi mulai berlangsung.

2) Proses reabsorpsi

Pada proses ini zat-zat yang masih berguna bagi tubuh akan diserap kembali dan dimasukkan ke dalam aliran darah. Setelah proses reabsorpsi ini berlangsung maka terbentuklah urine sekunder. Komponen-komponen yang diserap adalah air, glukosa, asam amino, NaCl. Akan tetapi ada zatzat yang perlu dibuang kembali yang langsung lewat pembuluh darah yaitu kalium (K). Proses yang demikian disebut dengan augmentasi. Setelah proses di atas maka terbentuk urine sejati. Selanjutnya urine sejati ini menuju ke kantong urinaria lewat ureter.

b. Kulit

Fungsi kulit:

  • Pelindung tubuh dari gesekan, penyinaran, kuman, panas dan zat kimia.
  • Alat indra.
  • Mengurangi hilangnya air.
  • Mengatur suhu tubuh.
  • Alat ekskresi, yaitu mengeluarkan sisa metabolisme berupa air dan garam dalam bentuk keringat.
Struktur kulit

Struktur kulit

Kulit terdiri atas:

1) Lapisan luar (epidermis)

Terdiri atas 4 lapisan, yaitu:

  • Stratum korneum atau lapisan zat tanduk. Merupakan lapisan sel mati yang selalu mengelupas.
  • Stratum lusidum Merupakan lapisan tidak berpigmen dan tidak berinti.
  • Stratum granulosum Merupakan lapisan berpigmen.
  • Stratum germinativum Merupakan lapisan pembentuk sel-sel baru.

2) Lapisan dalam (dermis)

Terdiri atas:

  • Akar rambut
  • Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
  • Kelenjar minyak (glandula sebasea)
  • Pembuluh darah
  • Saraf

c. Hati

Fungsi hati:

  • Alat ekskresi yang dihasilkannya empedu.
  • Tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen.
  • Tempat pembentukan dan pembongkaran protein.
  • Tempat pembentukan dan perombakan sel darah merah.
  • Tempat penetralan racun.
Struktur hati

Struktur hati

  • Hati diselaputi oleh kapsula hepatis.
  • Pada hati terdapat pembuluh-pembuluh darah dan empedu yang disatukan oleh kapsula Glison.
  • Hati memperoleh darah dari pembuluh nadi hati dan vena porta hepatica.

d. Paru-paru

Struktur paru-paru

Struktur paru-paru

Fungsi paru-paru:

Sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan air dan CO2. Kedua zat yang merupakan hasil metabolisme karbohidrat dan lemak ini, dikeluarkan dari jaringan tubuh dan masuk mengikuti aliran darah menuju alveoli paruparu. Dalam plasma darah, CO2 sebagian besar diangkut dalam bentuk ion HCO3 dan sekitar 25% diikat oleh Hb dalam bentuk karbamo hemoglobin dan sangat sedikit yang larut dalam bentuk H2CO3.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Sistem Ekskresi pada Manusia dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. Jangan lupa lihat juga Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pencernaan Makanan.

Sistem Ekskresi pada Manusia | Baca Juga | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status blogging tips Top world_business blogs Literature Blogs