Reproduksi pada Manusia

Sunday, September 13th, 2015 - Biologi

Reproduksi pada Manusia – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Reproduksi pada Manusia yang merupakan materi pelajaran Biologi SMA Kelas 11. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Reproduksi pada Mamalia.

Pada manusia, reproduksi sama dengan yang ada pada mamalia yang lain. Tujuannya untuk melangsungkan keturunan. Untuk memulai kehidupan baru, satu sperma harus membuahi satu sel telur.

Gametogenesis

Perbandingan pembentukan sperma dan sel telur

Perbandingan pembentukan sperma dan sel telur

Proses pembentukan gamet (sel kelamin)disebut gametogenesis. Sel kelamin pria dinamakan sperma, sedangkan sel kelamin wanita disebut ovum.

Gametogenesis ada dua, yaitu:

a. Spermatogenesis

Yaitu proses pembentukan sperma. Spermatogenesis terjadi di dalam testis atau buah zakar atau pelir.

b. Oogenesis

Yaitu proses pembentukan ovum. Oogenesis terjadi di ovarium.

Pada Spermatogenesis

  • Spermatogonium (2n) membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer atau spermatosit I.
  • Spermatosit I membelah secara meiosis menghasilkan 2 sel spermatosit sekunder atau spermatosit II (n).
  • Setiap spermatosit II membelah menghasilkan spermatid (n).
  • Spermatid akan mengalami pematangan menjadi spermatozoa (sperma).

Pada Oogenesis

  • Oogenesis membelah secara mitosis menjadi oosit primer atau oosit I.
  • Oosit I membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder atau oosit II dan satu badan kutub I atau badan kutub primer.
  • Oosit sekunder membelah menghasilkan sebuah ootid yang akan berkembang menjadi sel telur dan badan kutub II yang akan berdegenerasi.
  • Badan kutub I membelah menghasilkan badan kutub II yang juga akan mengalami degenerasi.
  • Oogonium membelah secara mitosis menjadi oosit primer atau oosit I.

Alat-alat Reproduksi

a. Alat-alat reproduksi pria

Alat reproduksi laki-laki

Alat reproduksi laki-laki

Alat-alat reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, kelenjar aksesoris, dan penis.

1) Testis berjumlah sepasang dan berbentuk oval. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan sel-sel sperma.

2) Saluran pengeluaran (duktus ekskresi) terdiri atas:

  • Vas eferens: saluran penghubung tubulus seminiferus dengan epididimis.
  • Epididimis: saluran berkelok-kelok yang berfungsi sebagai penyimpan sperma sampai sperma matang.
  • Vas deferens: saluran lanjutan epididimis.
  • Saluran ejaculatorius atau saluran pemancaran terdiri atas sepasang dan merupakan bagian dari vas deferens yang berfungsi memancarkan semen ke uretra.

3) Kelenjar aksesoris terdiri atas:

  • Vesika seminalis atau saluran mani: kelenjar yang berkelok-kelok dan terletak di belakang kandung kemih. Sekretnya mengandung fruktosa dan prostaglandin yang akan menjadi bagian dari semen.
  • Kelenjar prostat melingkari uretra bagian atas dan terletak di bawah kandung kemih. Sekretnya mengandung kolesterol, garam. dan fospolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup spermatozoa.
  • Kelenjar cowper atau glandula bulbouretralis: saluran yang langsung menuju uretra. Sekretnya berupa lendir alkalis dan berperan pada waktu awal ejakulasi. Terdiri atas sepasang.

4) Penis terdiri atas 3 rongga berbentuk silinder, yaitu:

  • 2 terletak di bagian atas yang disebut korpus cavernosum penis.
  • 1 di bagian bawah yang disebut korpus cavernosum uretra.

Di bagian tengah terdapat uretra yang merupakan muara dari saluran kencing dan kelamin.

b. Alat-alat reproduksi wanita

Alat reproduksi wanita dikelompokkan menjadi alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.

Alat reproduksi luar terdiri atas:

  • Mons pubis.
  • Labia mayora, merupakan lipatan kulit yang berfungsi melindungi vagina (dapat disamakan dengan skrotum pada pria).
  • Labia minora, merupakan lipatan kulit di antara labia mayora.
  • Klitoris, adalah organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Banyak terkandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
  • Kelenjar Bartholini, terletak di tepi lubang vagina dan berfungsi untuk mensekresi lendir.

Alat reproduksi dalam terdiri atas:

  • Ovarium, terdiri atas sepasang dan berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen dan progesteron.
  • Oviduk atau tuba fallopii, berjumlah sepasang dengan panjang sekitar 10 cm, berfungsi menyalurkan sel telur dari ovarium menuju rahim dan menyediakan lingkungan yang cocok untuk pembuahan dan perkembangan sel telur sebelum pembuahan. Pada ujung tuba fallopii terdapat infundibulum yang berbentuk corong dan mempunyai umbai (fimbriae) untuk menangkap sel telur yang dilepas ovarium. (proses ovulasi)
  • Uterus, berfungsi memberi tempat untuk berkembangnya janin.
  • Vagina, berbentuk saluran dengan panjang 8 – 10 cm yang berhubungan dengan rahim. Bagian dalam vagina berlipat-lipat pada ujungnya terdapat selaput dara (hymen).

Hormon yang Berperan Dalam Menstruasi, Kehamilan, dan Persalinan

a. Menstruasi

Siklus menstruasi

Siklus menstruasi

Siklus menstruasi terdiri atas 4 fase, yaitu :

Siklus menstruasi 4 Fase

Hormon yang mempengaruhi adalah FSH, LH, estrogen, dan progestron.

b. Kehamilan

Telur yang sudah dibuahi membagi diri menjadi 2 sel, kemudian menjadi 4, lalu 8, demikian seterusnya, setiap beberapa jam. Akibatnya ratusan bahkan ribuan sel secara bertahap akan mengelompok dan berubah menjadi beberapa tipe jaringan seperti otot, saraf, dan sel-sel darah. Lima minggu sesudah pembuahan, embrio ukurannya lebih kecil dari sebutir kacang goreng, tetapi lengan dan tungkainya telah berkembang.

Perkembangan janin

Perkembangan janin

Hormon yang berperan adalah estrogen, LH, progesteron. Progesteron yang disekresi selama kehamilan juga membantu menyiapkan kelenjar mammae untuk laktasi. (Athur C. Guyton,1983 : 557)

c. Persalinan (proses kelahiran bayi)

Leher rahim ibu, yaitu serviks yang tertutup rapat selama kehamilan mengalami relaksasi dan pelebaran. Otot-otot dinding rahim mulai menegang dan memendek secara bergelombang yang disebut kontraksi, yang menjadi semakin sering dan makin kuat. Tahap ini disebut kala I, dan merupakan kerja berat, baik bagi ibu maupun bayi. Secara berangsurangsur kontraksi mendorong bayi melalui serviks yang telah membuka dan memasuki vagina menuju dunia luar. Ini adalah kala II, yaitu kala persalinan. Kala II diikuti oleh kala III yaitu tahap pasca persalinan ketika uri keluar.

Bayi melewati lubang besar di tengahtengah panggul ibu atau tulang-tulang panggul. Lubang ini jauh lebih lebar daripada yang ada pada panggul pria, untuk dapat memberi tempat pada bentuk kepala bayi. Sendi-sendi panggul dan ligamen-ligamen terutama simpisis pubis yang terletak diantara 2 tulang pubis, meregang sedikit untuk membuat lubang menjadi lebih besar. Embrio diselaputi oleh tiga lapisan, yaitu:

  • Amnion, berisi cairan yang berfungsi melindungi embrio dari benturan.
  • Khorion, bagian dari plasenta yang merupakan tempat pertukaran zat-zat antara embrio dan ibu.
  • Alantois, membran yang mengandung pembuluh darah penghubung embrio dan ibu.

d. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

Air Susu Ibu (ASI) dihasilkan oleh kelenjar susu. Kelenjar-kelenjar ini membuat susu untuk makanan bayi. Kelenjar mamalia manusia berada pada payudara di dada. Tiap payudara memiliki lebih kurang 20 lobus, yaitu kumpulan kelenjar laktiferus pembuat susu. Selama kehamilan dan sesudah kelahiran, kelenjar-kelenjar ini membesar dan menghasilkan susu yang mengalir sepanjang saluran laktiferus dan keluar dari puting susu. Ketika bayi menghisap puting, isapan ini merangsang susu mengalir keluar dari dalam payudara.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Reproduksi pada Manusia dari admin bacajuga.com, semoga bermanfaat. Jangan lupa lihat juga Reproduksi pada Tumbuhan.

Kata Kunci :

vagina anak smp kls9
Reproduksi pada Manusia | Baca Juga | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status blogging tips Top world_business blogs Literature Blogs