Inilah 24 Makanan Khas Daerah di Seluruh Provinsi yang Ada di Indonesia

Makanan Khas DaerahBacaJuga.com kali ini akan berbagi kepada sahabat mengenai makanan khas daerah yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia dan tentunya makanan tersebut sangat terkenal di daerahnya masing-masing begitupun di daerah-daerah di nusantara. Setidaknya ada 24 Makanan Khas Daerah yang nantinya akan kami bagikan, serta dilengkapi penjelasan beserta gambar dari masakan tersebut.

Makanan Khas Daerah

Baca Juga:

Makanan Khas Daerah

Berikut informasi mengenai makanan khas daerah di seluruh provinsi yang ada di Indonesia:

1. Makanan Khas Daerah Aceh (Keumamah)

Keumamah

Keumamah adalah masakan khas Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan tongkol yang dikeringka dengan cara dijemur, lalu direbus dan kemudian disalai. Ikan kering ini diiris tipis – tipis dan dimasak dengan kentang dalam kuah kari yang kental. Orang luar Aceh sering menyebutnya ikan kayu. Bumbu-bumbu lain yang digunakan antara lain asam sunti, salam koja, cabai rawit dan cabai hijau.

2. Makanan Khas Daerah Sumatera Utara (Dengke Mas na Niura)

Dengke Mas na Niura

Dengke Mas na Niura atau Ikan Mas Na Niura ini adalah makanan tradisonal khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Dahulu bahwa masakan na niura dikhususkan untuk raja saja, namun karena rasanya yang enak sehingga semua orang-orang batak ingin menyantap dan membuatnya.

Ikan Mas Na Niura ini merupakan sebuah penyajian Lauk Pauk yang cara membuatnya tidak dimasak, direbus, digoreng atau semacamnya, karena na niura dalam bahasa Batak artinya ikan yang tidak dimasak, ikan mentah tersebut disajikan dengan bumbu yang lengkap sehingga yang akan membuat ikan tersebut lebih enak dirasa tanpa dimasak, yang artinya bahwa bumbu-bumbu itulah yang memasak ikan mas tersebut.

3. Makanan Khas Daerah Sumatera Barat (Dendeng)

Dendeng

Dendeng balado adalah masakan khas Sumatera Barat dibuat dari irisan tipis dan lebar daging sapi yang dikeringkan lalu digoreng kering.Daging goreng ini lalu diberi bumbu balado. Sedangkan dendeng batokok bahannya sama dengan dendeng balado, bedanya adalah bumbu baladonya bukan memakai cabai merah, namun memakai cabai hijau yang diiris kasar dan daging sapi setelah diiris tipis melebar lalu dipukul-pukul dengan batu cobek supaya dagingnya menjadi lembut.

4. Makanan Khas Daerah Jambi (Nasi Minyak)

Nasi Minyak

Nasi Minyak adalah makanan khang, selain Pempek yang harus Anda cicipi. Di Provinsi Jambi juga ada Nasi Minyak. Bedanya, kalau nasi minyak khas Jambi disantap dengan menggunakan kuah kari. Sedangkan nasi minyak khas Sumatera Selatan hanya dimakan begitu saja dengan lauk pauknya. Sebenarnya nasi minyak adalah nasi yang diolah dengan menggunakan minyak samin. Kalau disebut nasi minyak samin, jadinya panjang. Makanya, orang-orang Palembang hanya menyebutnya nasi minyak saja.

5. Makanan Khas Daerah Sumatera Selatan (Gulai Malbi)

Gulai Malbi

Gulai Malbi adalah makanan khas Palembang. Malbi sendiri merupakan sebutan untuk hidangan yang menyerupai semur sehingga banyak juga yang mengatakan hidangan ini adalah semur daging sapi. Biasanya Malbi memakai daging sapi has dan tambahan rempah lainnya seperti Asam Jawa. Malbi adalah salah satu dari sedikit makanan bercitarasa manis yang berasal dari daerah Palembang dikarenakan masyarakatnya yang lebih menyukai hidangan pedas. Malbi biasanya dihidangkan dengan nasi minyak, kerupuk dan sambal nanas yang pedas, juga acar yang memberikan rasa asam pedas. Malbi merupakan makanan yang biasa dihidangkan pada saat perayaan Idul Fitri maupun pernikahan.

6. Makanan Khas Daerah Riau (Bolu Kemojo)

Bolu Kemojo

Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau kecoklatan. Kue ini memiliki berbagai variant rasa, mulai dari keju, coklat, kacang merah, pandan dan yang paling populer adalah rasa durian.

7. Makanan Khas Daerah Lampung (Keripik Pisang Coklat)

Keripik Pisang Coklat Lampung

Keripik Pisang Coklat Khas Lampung. Keripik pisang ini pembuatannya melalui proses Oven dan bukan digoreng sehingga bisa lebih tahan lama dan juga sudah memiliki berbagai varian rasa. Yang paling terkenal adalah rasa asin, rasa, manis, rasa coklat, keju, mocca, susu dan Strawbery.

8. Makanan Khas Daerah Banten (Gemblong)

Gemblong

Gemblong adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. Gemblong terbuat dari adonan tepung beras ketan putih yang diuleni hingga kalis dan dibentuk bulat seperti bola. Kemudian adonan gemblong yang sudah dibentuk bulat digoreng dan setelah dingin dilapisi dengan larutan gula aren. Di daerah Jawa Timur gemblong dikenal dengan nama Getas. Meskipun memiliki rasa yang sama, Getas terbuat dari ketan hitam, sedangkan gemblong terbuat dari ketan putih.

9. Makanan Khas Daerah DKI Jakarta (Ketoprak)

Ketoprak

Ketoprak adalah salah satu jenis makanan khas Indonesia menggunakan ketupat yang mudah dijumpai. Biasanya ketupat dijajakan menggunakan kereta dorong di jalan-jalan atau di kaki lima. Ketroprak merupakan makanan asli Indonesia. Komponen utamanya adalah tahu, bihun, mentimun, taoge dan bisa juga memakai telur rebus yang dilengkapi dengan saus kacang, kecap manis, dan taburan bawang merah goreng. Dapat pula dihidangkan dengan tambahan kerupuk atau emping melinjo. Beberapa versi ada pula yang menyertakan tempe sebagai komponennya. Alat yang digunakan untuk mengolah ketoprak tidaklah sulit anda hanya butuh Ulekan dan pisau.

10. Makanan Khas Daerah Jawa Barat (Batagor)

BaTaGor

Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah jajanan khas Bandung yang mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia dan kini sudah dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. Secara umum, jajanan ini dibuat dari tahu yang dilembutkan diisi adonan berbahan Ikan tenggiri dan tepung tapioka lalu dibentuk menyerupai bola dengan digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga matang. Variasi lainnya yaitu siomay yang digoreng dan dihidangkan dengan batagor ditambah dengan bumbu kacang, kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis sebagai pelengkap.

11. Makanan Khas Daerah Jawa Tengah (Nasi gandul)

Nasi Gandul

Nasi gandul atau Sego Gandul adalah masakan khas yang berasal dari daerah Pati, Jawa Tengah, Indonesia yang sepintas mirip dengan Semur Daging dan Gulai.

12. Makanan Khas Daerah Yogyakarta (Gudeg)

Gudeg

Gudeg adalah makanan khas daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

13. Makanan Khas Daerah Jawa Timur (Rawon)

Rawon

Rawon adalah masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang mengandung kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur (daerah Surakarta).

Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal.

14. Makanan Khas Daerah Bali (Nasi Jenggo)

Nasi Jenggo

Nasi jenggo (atau nasi jinggo) adalah makanan siap saji khas Bali yang dikemasan daun pisang dengan porsi kecil. Sebelum krismon tahun 1997, nasi jenggo dijual per porsi seharga Rp 1500,- (dalam bahasa Hokkien, jeng go memiliki arti “seribu lima ratus”). Kini, harga satu porsi nasi jenggo adalah sekitar Rp 2000,- sampai Rp 4000,-. Karena porsi nasi jenggo sangat sedikit, pembeli biasanya membeli nasi jinggo sebanyak beberapa bungkus agar dapat kenyang.

15. Makanan Khas Daerah Nusa Tenggara Barat (Ayam Taliwang)

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang adalah makanan khas Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar daging ayam. Daging ayam tersebut dibakar dengan bumbu cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam. Makanan ini biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok yang lain, misalnya plecing kangkung.

16. Makanan Khas Daerah Nusa Tenggara Timur (Daging Se’i)

Daging Se’i

Daging se’i atau Se’i adalah daging asap yang khas berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daging dimasak dengan kayu bakar yang berjarak jauh, sehingga bukan lidah api yang mematangkan daging, melainkan asap panas. Juga terdapat se’i dari daging sapidan daging sapi, bahkan akhir-akhir ini terdapat juga se’i dari daging ikan. Apabila baru diasap, daging ini bisa langsung dimakan dengan mengirisnya tipis. Namun apabila daging ini telah disimpan beberapa hari, maka harus digoreng kembali, atau dimasak dalam tumisan bunga pepaya dan sayur-mayur lain.

17. Makanan Khas Daerah Kalimantan Barat (Tempoyak)

Tempoyak

Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.

18. Makanan Khas Daerah Kalimantan Selatan (Soto Banjar)

Soto Banjar

Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.

19. Makanan Khas Daerah Gorontalo (Binte Biluhuta)

Binte Biluhuta

Binte Biluhuta (Milu Siram atau Sup Jagung) adalah makanan khas masyarakat Gorontalo. Makanan ini merupakan sup yang terdiri dari jagung, ikan atau udang yang di racik sedemikian rupa hingga menghasilkan suatu menu yang sangat lezat dan panas serta memiliki tiga rasa yang khas yakni manis, asin dan pedas. Dalam Bahasa Indonesia Binte yang artinya jagung dan orang Gorontalo sering menyebutnya Milu sedangkan Biluhuta artinya disiram jadi kalau diartikan namanya menjadi jagung yang disiram. Karena berbahan dasar jagung, makanan ini dapat menghancurkan kolesterol khususnya kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Kandungan karotenoid, bioflavonoid, dan vitamin C dalam jagung bekerja sebagai pengendali kadar kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

20. Makanan Khas Daerah Sulawesi Utara (Ayam Rica-rica)

Ayam Rica-rica

Ayam rica-rica adalah salah satu makanan khas Manado, Sulawesi Utara. Kata rica berasal dari bahasa Manado yang berarti “pedas” atau “cabai”. Resep untuk membuat ayam rica-rica sangat beragam, begitu pula cara memasaknya, persamaannya hanya terletak pada rasanya yang pedas. Ayam rica-rica biasa disajikan dengan nasi dan bahan pelengkap seperti bawang goreng dan mentimun.

21. Makanan Khas Daerah Sulawesi Selatan (Coto Makassar)

Coto Makassar

Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan “burasa”. Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran.

22. Makanan Khas Daerah Sulawesi Tenggara (Kasuami)

Kasuami

Kasuami merupakan makanan unik dan khas daerah Sulawesi Tenggara, khususnya daerah Buton, Muna dan Wakatobi. Kasuami umumnya berbentuk tumpeng atau gunungan dan berwarna putih kekuning-kuningan. Kasuami berbahan utama singkong (Ketela pohon atau ubi kayu). Kasuami diolah dengan cara mengukus parutan singkong yang telah dimasukkan kedalam cetakan berbentuk kerucut/tumpeng dan dimasak selama kurang lebih 15 menit.

23. Makanan Khas Daerah Maluku (Papeda)

Papeda

Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.

24. Makanan Khas Daerah Papua (Anuve Habre)

Anuve Habre

Anuve Habre atau Aunuve habre adalah salah satu makanan khas dari daerah Provinsi Papua ataupun Papua barat. Kuliner ini dibuat dengan bahan dasar ikan cakalang yang dikukus sampai matang.

Itulah Makanan Khas Daerah yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, dan semoga info di atas dapat memberikan manfaat bagi kita semua sebagai pecinta kuliner nusantara terlebih kepada Makanan Khas Indonesia.

Inilah 24 Makanan Khas Daerah di Seluruh Provinsi yang Ada di Indonesia | Admin | 4.5
Leave a Reply