Hereditas pada Manusia

Thursday, August 20th, 2015 - Biologi

Hereditas pada Manusia – Pada kesempatan ini admin bacajuga.com akan berbagi tentang Hereditas pada Manusia yang merupakan materi Biologi SMA Kelas 12. Sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Hereditas dalam Hukum Mendell.

Untuk mempelajari genetika manusia, biasanya digunakan pedigree(peta silsilah), yaitu catatan asal-usul seseorang mulai dari nenek moyang sampai generasi berikutnya dan menerapkan hasil penelitian genetika hewan. Hal itu dikarenakan antara hewan dan manusia mengandung persamaan sifat dan karakter.

Jenis kelamin pada manusia dikendalikan oleh sepasang kromosom seks. Pada pembelahan meiosis seorang perempuan hanya menghasilkan satu macam sel gamet, yaitu X, sedang pada laki-laki menghasilkan dua macam sel gamet, yaitu X dan Y. Oleh karena itu, dalam pembuahan ayah akan memberikan kromosom X kepada anak perempuan dan kromosom Y pada anak laki-laki.

Ada beberapa penyakit yang diwariskan oleh kedua orang tua kepada anaknya. Penyakit ini disebut penyakit menurun. Umumnya, penyakit menurun bersifat resesif yang hanya muncul pada keadaan homozigot resesif, sedangkan yang bersifat heterozigot adalah normal carier (pembawa sifat). Penyakit/cacat ini ada yang diwariskan melalui autosom dan kromosom seks.

1. Cacat dan penyakit menurun tidak terpaut seks

a. Albinisme (albino = bule)

Albino adalah kelainan akibat kulit tidak mampu memproduksi pigmen kulit (warna kulit). Contoh: Pasangan normal heterozigot (normal carier) kawin dengan pasangan normal heterozigot (normal carier), memiliki kemungkinan 25%, keturunannya adalah albino.

b. Gangguan mental

Penyakit yang termasuk gangguan mental, yaitu debil, imbesil, dan idiot. Ciri-ciri gangguan mental yaitu adanya gejala kebodohan, refleks lamban, dan kekurangan pigmen. Gangguan mental umumnya berasal dari pasangan yang kedua orang tuanya normal heterozigot atau normal carier.

2. Penyakit Menurun Terpaut Seks

a. Buta warna (colour blind)

Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif yang terpaut seks (terpaut pada kromosom X).

b. Haemofili

Haemofili adalah kelainan darah di mana darah sukar membeku. Apabila sifat normal dibawa oleh gen XH , dan sifat haemofili dibawa oleh genXh

Golongan darah

Penggolongan darah pada manusia didasarkan atas ada tidaknya aglutinogen (antigen) tertentu di dalam sel darah merah. Golongan darah manusia ada empat macam sebagai berikut.

  • Golongan darah A, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A.
  • Golongan darah B, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen B.
  • Golongan darah O, apabila dalam sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen.
  • Golongan darah AB, apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A dan B.
Hubungan antara Fenotipe Golongan Darah, Genotipe, dan Kemungkinan Macam Gamet

Hubungan antara Fenotipe Golongan Darah, Genotipe, dan Kemungkinan Macam Gamet

Rhesus faktor

Landsteiner dan Weiner (1946) menemukan antigen lain yaitu antigen rhesus. Menurut Landsteiner dan Weiner, golongan darah manusia dibedakan menjadi:

  • golongan Rh+, apabila dalam sel darah merahnya ditemukan antigen rhesus,
  • golongan Rh(rh), apabila dalam sel darah merahnya tidak ditemukan antigen rhesus.

Apabila ibu yang bergolongan Rh– mengandung embrio Rh+ mengakibatkan dalam tubuh ibu terbentuk zat anti-Rh. Dengan demikian, kemungkinan untuk kelahiran pertama akan selamat, karena zat anti-Rh yang terbentuk belum banyak. Akan tetapi, apabila terjadi kehamilan kedua maka embrio akan mengalami anemia berat (eritroblastosis faetalis) yang mengakibatkan tubuh embrio menggembung oleh cairan, hati dan limpa membengkak, kulit berwarna keemasan, dan embrio akan mati (letal).

Fenotipe, Genotipe, dan Macam Gamet Rhesus Faktor

Fenotipe, Genotipe, dan Macam Gamet Rhesus Faktor

Kata Kunci :

golongan darah rhesus hereditas manusia
Hereditas pada Manusia | Baca Juga | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status blogging tips Top world_business blogs Literature Blogs